citizen journalism

Kamis 15 Maret 2007
“Citizen Journalism” Mengajak Warga Jadi Pewarta

JAWABAN.com – JAKARTA � Mungkinkah seorang ibu rumah rumah tangga menjadi pewarta? Bagi Lily Yulianti Farid, hal itu sangat mungkin. Lily yang menggawangi http://www.panyingkul.com, sebuah proyek jurnalisme warga (citizen journalism) yang berbasis di Makassar, Sulawesi Selatan, mengajak orang-orang biasa menjadi pewarta. Internet memungkinkan semua itu terjadi.Panyingkul didirikan 1 Juli 2006 tapi digarap sejak April 2006, bermula hanya dengan tujuh reporter. Tetapi kini paling tidak ada 35 orang yang bergabung mulai dari mahasiswa, pekerja, ibu rumah tangga, bahkan anak-anak SMA. Lily yang tinggal di Jepang mengoordinasi dan berkomunikasi dengan para warga lewat internet.Sepuluh tahun perjalanannya sebagai wartawan (di Kompas 1996-2000, Radio Australia di Melbourne 2001-2004, dan NHK di Tokyo 2004-sekarang), mengajari banyak hal. Tapi kegelisahannya tidak pernah tuntas, termasuk keinginannya untuk mengembangkan jurnalisme warga atau citizen journalism (CJ).

Di Indonesia, CJ baru berkembang sejak 2005, salah satunya dipelopori oleh Lily lewat Panyingkul. Selain http://www.panyingkul.com, ada pula http://www.halamansatu.ne, http://www.wikimu.com, http://www.sumbawanews.com dan http://www.kabarindonesia. com yang dikelola dari Belanda.
Selain dikenal sebagai CJ, nama lain yang biasa digunakan, yaitu grassroot journalism, participatory journalism, dan netizen. Di Amerika sendiri, bentuk ini berkembang dalam dua dekade terakhir ini. Akarnya adalah community based media.

�Media komunitas (community media) senantiasa punya tempat, bahkan ada yang dikelola secara profesional seperti di Australia dan Amerika, karena pembaca tidak melulu mencari berita tentang dunia, tapi juga tentang komunitasnya, tetangga, dan sekitarnya. Ini terjadi pada backfence di AS,� kata Lily.

Makin banyaknya pengguna internet, membuat CJ cepat berkembang. Pengelola media komunitas berperan besar mengajak warga lokal untuk terlibat. Termasuk Profesor Dan Gillmor, penulis buku �We the Media: Grassroots Journalism by the People for the People (2006)�. Ia mengelola CJ sebelum ditutup dua tahun lalu karena kesulitan biaya. Buku lain yang bisa ditelusuri di http://www.amazon.com, yaitu Netizen karangan Ronda Hauben.***

~ by kabaruntukkawan on 25 November 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: